RSS

Bunraku

27 Jun

Sama seperti halnya kesenian tradisional wayang golek yang mulai ditinggalkan kaum muda, kesenian bunraku di Jepang pun sedang berusaha keras agar tak hilang tergerus zaman. Defenisi bunraku sendiri adalah sandiwara boneka tradisional yang berasal dari Jepang. Bunraku pertama kali diperkenalkan di Osaka pada tahun 1684. Kesenian ini kadang juga disebut dengan ningyou joururi. Ningyou adalah boneka, sedangkan joururi adalah narasi yang dibawakan dengan cara dinyanyikan dan diiringi petikan shamisen. Kesenian ini sebelumnya disebut dengan nama ayatsuri joururi shibai [sandiwara joururi ayatsuri] dan akhirnya dinamakan bunraku di akhir zaman Meiji. Nama bunraku sendiri diambil dari nama seniman Uemura Bunrakuken I, seorang penggiat kesenian ningyou joururi yang berasal dari Osaka.

SEJARAH

Kesenian ningyou joururi tercipta dari perpaduan sandiwara boneka dan musik shamisen pada awal zaman Edo. Pertunjukan ini awalnya tercipta atas kreasi Takemoto Gidayu, seorang tayuu dengan naskah yang dibuat oleh Chikamatsu Monzaemon dan Ki No Kaion. Geliat ningyou joururi pada kala itu bahkan mampu mengalahkan kepopuleran kabuki; sehingga pementasan kabuki akhirnya banyak memakai naskah cerita ningyou joururi. Namun di awal abad 19 keadaan berbalik, sehingga pemimpin kelompok ningyou joururi yang bernama Uemura Bunrakuken I berupaya memutar otak untuk menghidupkan kembali kesenian ini dengan cara mendirikan sebuah gedung pertunjukan khusus ningyou joururi di Kouzubashi [sekarang Osaka] dan kemudian dipindahkan ke Matsushima oleh Uemura Bunrakuken III. Nama gedung pertunjukan tersebut juga diubah menjadi buranku-za [teater bunraku]. Lokasi bunraku-za terus berpindah-pindah dan sempat terbakar saat perang dunia II. Sekitar tahun 1948, perusahaan hiburan yang mengelola bunraku-za, Shochiku berselisih dengan serikat pekerja bunraku; kesenian bunraku pun mengalami kemunduran.

Masalah ini baru terselesaikan pada tahun 1963. Nama bunraku-za diganti menjadi Asahi-za, dan posisi Shochiku sebagai pelindung kesenian bunraku digantikan oleh organisasi nirlaba Bunraku Kyoukai yang disponsori Perfektur Osaka, kota Osaka, Departemen Pendidikan Jepang dan NHK. Selain itu, untuk mengatasi masalah regenerasi di dunia bunraku pada tahun 1973 diambillah kebijakan baru dimana masyarakat awam pun diperbolehkan untuk mempelajari kesenian ini, bahkan telah meluas pula hingga ke luar negeri seperti Eropa dan Amerika.

SANGYOU

Sangyou adalah 3 elemen penting yang membentuk pertunjukan bunraku utuh, yaitu tayuu [penembang], pemain shamisen, dan ningyoutsukai [dalang boneka]. Ketiga elemen ini diperankan oleh laki-laki. Tayuu dan pemain shamisen adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Di awal karirnya, mereka harus mampu membangun ikatan emosi yang kuat, yaitu dengan berlatih, tampil bahkan hidup bersama untuk menciptakan sebuah harmonisasi. Bahkan bila salah satu diantara keduanya ada yang meninggal atau mengundurkan diri, maka partnernya juga harus mengundurkan diri. Tayuu bertugas membawakan dialog semua karakter dalam cerita, namun dalam pementasan yang panjang terkadang ada pergantian tayuu. Untuk dialong yang bersahut-sahutan beberapa tayuu bisa tampil sekaligus. Shamisen yang dimainkan dalam pertunjukan bunraku bukanlah shamisen biasa, melainkan shamisen berukuran besar dengan nada yang lebih rendah dan bulat yaitu futozao. Sebuah boneka yang digunakan dalam bunraku biasanya dimainkan oleh 3 orang ningyoutsukai sekaligus. Boneka ini memang istimewa, karena seperti hidup; dengan tangan, kaki, dan jari-jari yang diberi sendi-sendi juga ekspresi wajah yang bisa berubah-ubah. Dalang senior yang disebut Omozukai bertugas menggerakkan bagian leher dan tangan kanan boneka, sedangkan hidarizukai bertugas menggerakkan tangan kiri boneka. Sementara itu bagian kaki digerakkan oleh dalang junior yang disebut ashizukai. Konon ada aturan yang menyebutkan bahwa untuk menjadi seorang omozukai dibutuhkan 10 tahun pengalaman sebagai ashizukai dan 10 tahun pengalaman sebgaai hidarizukai. dalang hanya bertugas menggerakkan boneka karena dialog ditembangkan oleh tayuu, selain mereka juga tidak bersembunyi dari pandangan penonton, melainkan memakai pakaian khusus berwarna hitam-hitam [kuroko] lengkap dengan penutup wajah agar tak mencolok. Namun ada pula yang disebut dengan teknik dezukai yaitu omozukai tampil tanpa penutup wajah.

NINGYOU

Kepala boneka yang digunakan dalam bunraku ada bermacam macam: laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, dengan berbagai macam karakter, pekerjaan dan status sosial. Sebagian kepala boneka tersebut ada yang mampu berganti peran secara fleksibel hanya dengan mengganti wig yang dikenakannya. Wig yang terbuat dari rambut manusia yang dicampur bulu binatang tersebut direkatkan ke bagian kepala dengan perekat yang terbuat dari air dan lilin lebah agar mudah dilepas. Badan boneka pun dipakaikan pakaian yang sesuai dengan peran yang akan dimainkan. Bila akan memainkan peran wanita bangsawan, maka boneka tersebut didandani dengan kimono lengkap mulai dari jubon [pakaian dalam], uchikake [mantel], haori [mantel luar], dan obi yang semarak. Berikut adalah beberapa jenis kepala boneka yang digunakan dalam bunraku:

Boneka Laki-Laki:

Bunshichi: laki-laki tampan namun menderita, tokoh utama kisah tragedi.

Darasuke: kepala boneka dengan mimik mengejek untuk peran orang jahat.

Matahei: kepala boneka dengan mimik rakyat biasa yang jujur.

Boneka Perempuan:

Musume: kepala boneka remaja usia 14-15 tahun yang innocent.

Keisei: kepala boneka untuk peran wanita penghibur.

Ofuku: kepala boneka untuk wanita berwajah bulat dengan peran komikal.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2011 in Japan!, Japanese Culture

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: